Yang Suka Mancing Harus Kunjungi Taman Nasional Danau Sentarum

Anda pencinta wisata memancing, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mesti masuk ke dalam daftar yang mesti dikunjungi. Anda bisa mendapatkan sensasi memancing yang menantang, berbaur dengan budaya, juga ikan yang melimpah.

Kabupaten Kapuas Hulu merupakan kabupaten terluas kedua di Kalimantan Barat (Kalbar), sebesar 29.842 kilometer persegi. Kabupaten paling timur di Kalbar ini berbatasan dengan Sarawak.

Kapuas Hulu memiliki beberapa titik terbaik untuk wisata memancing, mulai Danau Sentarum yang ada di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), gugusan Danau Meliau, dan Danau Lindung.

Danau Sentarum merupakan danau besar dengan luas 1.320 kilometer persegi, dengan sangat banyak spot untuk wisata memancing. Namun tentunya Anda harus menaati peraturan konservasi di dalam TNDS.

“Keliling danau ini tidak cukup seminggu, dan harus sama pendamping lokal (masyarakat), saya aja warga sana masih tetap nyasar kalau keliling danau luas itu,” tutur Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir, usai meluncurkan Festival Danau Sentarum 2018, di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Tempat menarik lainnya ialah gugusan Danau Meliau. Meliau merupakan nama sebuah dusun yang dikaruniai banyak danau dengan ikan-ikan endemik. Dusun Meliau terletak di Desa Malemba, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.

Destinasi ini populer sebagai “surga memancing” dengan eksoisme alam dan spesies ikan endemik, terutama arwana (Screlopages formosus), dan toman (snake head fish).

Anda bisa memancing di 11 danaunya yang dihubungi sungai kecil dan rawa, antara lain Danau Telatap, Danau Lukuk, Danau Kasim, Danau Balairam Besar dan lainnya.

Bukan hanya sensasi memancing, ada juga bisa menyatu dengan budaya setempat di kawasan Meliau. Dusun ini memiliki rumah betang (rumah adat dayak) dengan panjang 90 meter dan dihuni 33 keluarga dayak lban.

Ekosistem penting yang menyangga TNDS ini merupakan habitat asli dari berbagai spesies endemik selain ikan, seperti orangutan (Pongo pygmaeus pigmaeus), bekantan (Nasahs lavartus), lutung merah (Presbytis rubicunda), burung seperti enggang klihingan (Abirrhinus galeritus), dan rangkong badak (Bucerusrhinoceros).

Lalu tempat ketiga ialah danau lindung, sebab setengah dari danau ini dilindungi oleh masyarakat untuk panen raya. Saat panen raya merupakan saat terbaik ke sini, Anda akn melihat masyarakat bersama-sama memanen ber ton-ton ikan air tawar di sini bersama.

“Kalau panen raya bisa puluhan ton, ikannya mulai bandeng terus apa ya itu air tawar pokonya termasuk arwana juga ada,” tutur A.M.